Sydney punya tempat
wisata petualangan menarik dan wajib dikunjungi, jika memiliki hobi mendaki
gunung. Wisatawan bisa merancang penjelajahan ke Blue Mountains, salah satu
gugusan pegunungan hijau di Sydney. Wisata alam seluas satu juta hektar itu
menyimpan pesona hutan lebat, tebing batu berpasir, serta air terjun.
Di kawasan pegunungan yang terletak di New South
Wales itu para petualang akan dimanjakan dengan bentang alam yang menggoda
untuk segera dijelajahi. Ada banyak pilihan bisa diambil. Pengunjung bisa
memulai perjalanan melintasi hutan dengan mengendarai sepeda gunung di antara
ngarai-ngarai menjulang, dilanjutkan dengan panjat tebing, lalu menyusuri
sungai-sungai bawah tanah penuh beragam cerita.
Ada banyak cara menjelajahi Blue Mountains. Jika
ingin santai, Anda bisa menaiki Zig Zag Railway, yaitu kereta api uap tua yang
menyusuri jalur lama.
Selain itu, pegunungan ini memiliki 18 jalur
warisan dunia yang disebut Greater Blue Mountains Drive. Kawasan pedalaman,
pedesaan tradisional, komunitas peladang, dan beberapa daerah lain bisa
terlihat langsung dari sini.
Sesi petualangan juga bisa dimulai dari Six Foot
Tracks, jalur yang memang menjadi favorit pejalan kaki. Rute itu akan membawa
Anda menjelajahi wilayah Katoomba menuju Jenolan Caves. Bersama pemandu,
perjalanan akan lebih seru karena ditemani cerita-cerita seputar jalur yang
dibuka sejak 1884 ini.
Perjalanan ke Katoomba
berawal dari Explorer’s Tree yang kemudian mengantarkan wisatawan menuju
lintasan berliku penuh pohon peppermint dan eukaliptus, sebelum akhirnya
menuruni tebing Nellie’s Glen yang curam. Di sini Anda bisa menikmati megahnya
hutan hujan untuk sampai ke air terjun Boonie Doon.
Setelah itu, perjalanan selanjutnya akan membawa
Anda sampai di Megalong Valley. Lembah ini dan sepanjang Dreaming Pathway masih
menjadi rumah bagi suku Aborigin yang hidup nomaden.
Kemudian, dari Megalong, jalur berubah berliku
di tepi Cox’s River yang telah menanti. Sejuknya pohon gum merah bisa dijadikan
tempat beristirahat sambil mendengar kolaborasi merdu kicauan burung lyrebird,burung
lonceng, dan kakaktua.
Selepas itu, siapkan diri untuk melintasi
jembatan gantung yang dibangun sejak 1992. Jembatan ini hanya bisa dilewati
oleh satu orang. Jalur ini semakin menegangkan saat wisatawan melintasi jalan
puncak tertinggi pegunungan Black Range menuju Little River dan lokasi
perkemahan Alum Creek.
Selanjutnya, tujuan terakhir adalah Jenolan
Caves. Ini merupakan salah satu jaringan gua bawah tanah terbesar di dunia. Gua
tua ini menyimpan wisata pra-sejarah yang menebar suasana bak di negeri
dongeng. Untuk pemandangan terbaik, kunjungi jalur ini pada bulan Juni sampai
Agustus.
Kisah Lain Blue
Mountains
Selain Six Foot Tracks, masih banyak lokasi
lainnya yang menyimpan cerita masa lalu menarik. Para wisatawan bisa melihat
jejak-jejak peninggalan Suku Aborigin masa lampau, antara lain Lyrebird Dell.
Di sini masih tersimpan perkemahan Aborigin sejak 12.000 tahun lalu, Red Hands
Cave yang penuh jejak tangan halus, atau Camp Fire Creek, yakni tempat
tertinggalnya alur-alur yang dibuat dengan kapak pada batu vulkanis.
Tetapi, hal paling istimewa adalah formasi tiga
batuan yang menjulang di atas tanah Suku Aborigin, yaitu Three Sisters. Jika
Indonesia punya kisah Malin Kundang, cerita di balik tiga pilar batu ini tidak
jauh berbeda.
Alkisah, tiga perempuan jelita yang kebetulan
bersaudara jatuh cinta pada tiga lelaki dari suku lain. Terhalang pantangan
adat, ketiga satria berusaha menculik para gadis yang lalu menimbulkan
pertempuran antar suku. Untuk melindungi ketiga putri, kepala desa yang sakti
mengubah mereka menjadi batu. Nasib buruk pun menimpa karena sang kepala suku
wafat di medan perang.
Di luar kisah itu, keindahan Three Sisters patut
dinikmati. Wisatawan bisa memulainya dari Echo Point Visitor Information
Center. Di sini cahaya matahari begitu hangat, memendarkan warna-warni yang
dipantulkan oleh bebatuan, ditingkahi kabut biru dari hutan Blue Mountains.
Wisatawan juga bisa berjalan di dasar Three
Sisters dengan menuruni jalur sepanjang lebih dari 800 langkah manusia menuju
The Giant Stairway. Di sini wisatawan akan merasa takjub dengan Scenic Walkway
yang berkelok hingga membawa perjalanan menelusuri hutan hujan kuno yang
berawal dari zaman dinosaurus.

No comments:
Post a Comment